Minggu, 28 Februari 2016

Gado-gado Femina: Kekenyangan


Satu lagi naskah saya tembus rubrik gado-gado majalah Femina. Naskah pertama tembus tahun 2012. Wah, harus nunggu empat tahun ya hingga nembus lagi. Naskah "Kekenyangan" ini dimuat di edisi Femina nomor delapan, Februari 2016.
Berikut naskah aslinya yang oleh redaksi direvisi bagian akhirnya. Selamat membaca.

Kekenyangan

            Saya bukanlah orang yang suka memperlihatkan kemesraan dengan kekasih di depan orang lain.Termasuk kemesraan berupa perhatian seperti memasakkan makanan. Hubungan saya dan pasangan berjalan aman, cukup dengan jalan-jalan tiap malam minggu, nonton atau makan di luar. Itu sudah cukup menurut saya. Hal-hal lain dapat dilakukan setelah menikah. Itu prinsip saya.
            Maka saya sedikit heran dengan Veni, teman satu rumah dinas waktu itu, yang full perhatian terhadap pacarnya. Veni sering sekali memasakkan makanan untuk sang pacar, membelikan peralatan dapur saat sang pacar pindah rumah dan mengirimkan makanan siap saji untuk berbuka puasa ke alamat rumah sang pacar via delivery order.
            Karena beda prinsip, saya benar-benar tak habis pikir dan suatu ketika saya cetuskan pendapat saya pada teman kantor yang lain, Ela.
            “Aku kok, rasanya malu kalau masakin pacar, ya? Rasanya gimana, gitu.”
            “Kenapa mesti malu, Mbak. Kan sebagai wujud perhatian. Ayo, Mbak masakin mas-nya,” jawab Ela malah manas-manasin saya.
            Di rumah saya memikirkan ulang kata-kata Ela. Iya, ya. Kenapa harus malu. Toh seluruh teman kantor sudah tahu tentang hubungan kami. Dan sesekali nggak papa unjuk kebolehan. Supaya pacar saya tahu bahwa saya juga piawai memasak di dapur.
            Akhirnya pada suatu hari Minggu, saya memutuskan untuk memasak buat kekasih. Saya memasak menu andalan saya yang sudah sering saya masak dan rasanya tak mengecewakan yaitu ayam kecap dan tumis buncis udang.
            Saya sengaja memasak saat teman serumah sedang pergi dinas luar, soalnya saya masih agak malu-malu ketahuan dan ntar ada yang cie-cie, hehe. Jadi saya bebas menguasai dapur dan mulai memasak sejak pagi hingga menjelang siang. Setelah semua matang, saya segera ke rumah calon suami sekitar lima puluh langkah dari rumah dinas yang saya tempati.
Pacar saya tinggal di rumah dinas yang berbeda bersama beberapa pegawai yang lain. Karena masih malu ketahuan memasak untuk pacar, saya memilih untuk ‘menculiknya’ ke rumah saya daripada membawa masakan itu ke rumahnya. Tiba di rumah, saya segera menyajikan hidangan makan siang istimewa yang sudah saya siapkan tersebut. Pacar segera menyantap hidangan dalam diam.
            “Gimana, enak, kan?” tanya saya bangga.
            “Iya, enak,” jawabnya pendek.
            Tapi saya agak curiga kok mukanya agak lain, ya? Ah, yang penting dia sudah bilang enak. Tak lama setelah makan, pacar saya pamit pulang. Yee, akhirnya saya juga bisa memanjakan pacar dengan masakan saya.
            Saat sudah menjadi suami-istri, masih dalam suasana pengantin baru, kami suka ngobrol membahas kenangan saat masih pacaran.
            “Ingat nggak, waktu aku masakin kamu?” tanya saya.
            “Ingat,” angguk suami.
            “Waktu itu, rasanya beneran enak, kan?” tanya saya memastikan. Suami menatap saya lalu nyengir. Keluarlah pengakuannya.
            “Sebenarnya waktu itu aku pas baru saja makan nasi goreng porsi jumbo.”
            “Jadi?”
            “Jadi waktu makan di rumahmu, aku benar-benar kekenyangan. Rasanya seperti mau muntah.”
            “Jadi? Hiks, hiks … tapi rasanya enak, kan?”

            Saya jadi agak sebal dan menyesal karena sudah terprovokasi untuk memasak buat pacar. Padahal sudah jelas itu nggak sesuai dengan prinsip saya. Salah saya juga sih ya, nggak memberitahu sebelumnya sehingga ia bisa sengaja mengosongkan perut sebelum makan masakan saya. Hmm, tak apalah. Yang penting sekarang sudah serumah dan tak usah malu-malu lagi  memasak untuk mantan pacar, alias suami tercinta (Indah Novita, Sleman).

Sabtu, 06 Februari 2016

Daftar Media yang Menerima Naskah Remaja - Dewasa (Cerpen/Artikel)

Daftar media yang menerima naskah remaja/dewasa, di sini belum terlalu banyak. Nanti bertahap saya tambahin deh. Yang ada di sini insyaAllah sebagian sudah pernah saya kirimi naskah, walaupun banyakan ditolaknya daripada dimuat. Hehehhe. Sebagian lagi saya kopas dari sumber terpercaya (sumber terpercaya itu bisa kopas dari medianya langsung atau kopas dari beberapa website/blog terpercaya).

KORAN

1. Kedaulatan Rakyat
 Gambar dari google

- naskah cerpen maksimal 4000 karakter atau sekitar 4 halaman kuarto, spasi ganda.
- puisi kirim langsung 3-4 judul
- cerpen dan puisi dikirim ke jayadikastari@yahoo.com
- Kedaulatan Rakyat juga menerima kisah nyata singkat yang lucu (sungguh-sungguh terjadi), naskah cerpen berbahasa jawa (cerkak) dan puisi bahasa jawa (geguritan), opini, resensi buku, naskah travelling, tips kecantikan dan resep-resep masakan.
- yang resep masakan, naskah dan foto dikirim ke email resepkulinerkr@yahoo.co.id, minimal lima resep masakan

2. Koran Media Indonesia
Gambar dari getscoop.com

- cerpen 9000 karakter, karya orisinal dan belum pernah diterbitkan di media massa lain, kirim ke cerpenmi@mediaindonesia.com dan cerpenmi@yahoo.co.id
- puisi kirim langsung 3-4 puisi ke puisi@mediaindonesia.com

3. Fajar (koran lokal Makassar)
- Menerima cerpen, puisi dan apresiasi dikirim ke budayafajar@gmail.com.
- Panjang cerpen maksimal 900 kata dan apresiasi maksimal 750 kata
- Puisi kirim langsung 3-4 puisi (biasa dimuat dua puisi)

MAJALAH

1. Femina (majalah wanita modern Indonesia)
Gambar dari femina.co.id

- cerpen maksimal 8 halaman A4, TNR 12, spasi ganda. Honor Rp975.000,-
- cerbung
- gado-gado: font arial 12, maks 4300 karakter tanpa spasi (cws) atau sekitar 500 kata, spasi ganda. cerita yang inspiratif, lucu, atau menyentuh perasaan. temanya bisa apa saja. kalau pengen lebih jelas lagi coba baca contoh-contoh artikel gado-gado di majalahnya langsung, atau di internet.
- Semua naskah yang dikirim ke Femina, apabila dimuat akan melalui pemberitahuan sebelumnya.
- email kontak@femina.co.id

2. Gadis (majalah remaja cewek)
Gambar dari pinterest.com

- cerpen maksimal 2000 kata
- percikan (cerpen mini 500-600 kata)
- gadis.redaksi@feminagroup.com

3. Kartini (majalah wanita dewasa)
Gambar dari getscoop.com

- redaksi_kartini@yahoo.com
- cerpen sekitar 13.500 karakter, TNR 12, spasi ganda, honor Rp350.000,-

4. Kawanku (majalah remaja cewek)
Gambar dari kawankumagz.com

- cerpenkawanku@gmail.com
- cerpen bergaya remaja, panjang 9100 karakter

5. Paras (majalah wanita islami)
Gambar dari tokopedia.com

- majalahparas@yahoo.com
- cerpen sekitar 8 halaman A4, TNR 12, spasi ganda, tema beragam, tokoh sentral perempuan, ada muatan islami
- renungan, 3000 karakter, TNR 12, spasi ganda

6. Ummi (majalah keluarga muslim yang terbit setiap bulan)
Gambar dari tokopedia.com

- kru_ummi@yahoo.com atau kirim ke Redaksi Ummi, Jl. Mede No.42A, Utan Kayu - Jakarta Timur
- cerpen 2 halaman maksimal 6000 karakter, tema beragam bisa tentang keluarga muslim
- artikel dunia wanita, panjang maks 3000 karakter, berisi pengalaman pribadi atau opini dengan sudut pandang perempuan. Manfaatkan moment, misalnya menulis tentang pendidikan di bulan Mei, namun kirimkan naskah dua bulan sebelum momen tersebut.
- perjalanan, panjang sekitar 5700 karakter, sertakan foto minimal 5 buah dengan ukuran file kira-kira 500 kb-1MB agar tidak pecah ketika dilay-out, berikan keterangan di bawah foto.

7. Esquire (majalah pria dewasa)
- cerpen@esquire.co.id (honor cerpen Rp800.000-Rp1.000.000,- potong pajak)

TABLOID

1. Nova (tabloid wanita)
Gambar dari tabloidnova.com

- nova@gramedia-majalah.com
- cerpen biasanya berkisah tentang perempuan, tema bisa beragam, diketik sekitar 9500 karakter, TNR 12, spasi ganda, honor Rp400.000,-

Semoga bermanfaat....






Jumat, 05 Februari 2016

Daftar Media yang Menerima Naskah Cerita/Artikel untuk Anak



Berikut ini daftar media yang menerima naskah cerita/artikel untuk anak. Cara mengirim naskah ke semua media ini standard, ya. Tulis naskah Anda, dan sertakan biodata singkat di bawah naskah. Biodata singkat meliputi: Nama, nama pena (jika ada), alamat, no telepon, alamat email, nomor rekening, nomor NPWP, nomor KTP (khusus untuk pengiriman ke Bobo).

Kirim naskah via email dalam bentuk lampiran (attachment), sedangkan pada badan email, Anda dapat menulis surat pengantar ke redaksi media yang dituju.

Surat pengantar tak perlu berbunga-bunga, singkat saja.

Dan ini daftar medianya:

1. Kompas Anak
Gambar contoh cerpen anak di kompas, diambil dari
bambangirwantoripto.com

- cerpen anak: sekitar 750 kata, sasaran untuk anak usia SD, kirimkan ke alamat email kompas@kompas.co.id; Honor Rp350.000,-
- dongeng nusantara bertutur: dongeng 2000 karakter tanpa spasi (cws), harus ada unsur lokal (minimal menyebut lokasi salah satu daerah di Indonesia, sasaran untuk anak usia TK-SD, kirim ke alamat email nusantarabertutur@gmail.com; Honor Rp150.000,-
- artikel anak misalnya tentang ilmu pengetahuan, sasaran untuk anak usia SD, 750 kata, kirim ke alamat email kompas@kompas.co.id
- puisi dan gambar: honor Rp200.000,- Puisi bisa dikirim ke email kompas@kompas.co.id; gambar kirim via pos ke alamat harian kompas. Gambar bisa memakai kertas gambar ukuran A4 (puisi dan gambar khusus menerima dari anak-anak usia TK-SD)
CATATAN: Harian Kompas tidak lagi menerima naskah cerpen anak, artikel anak, maupun puisi dan gambar. Sekarang Harian Kompas hanya menerima naskah dongeng NuBee atau Nusantara Bertutur (edit 22 Maret 2020).


2. Bobo
Gambar dari bobo.kidnesia.com

- cerpen anak: sekitar 750 kata, sasaran untuk anak usia SD, honor Rp250.000,- plus mendapat bukti terbit
- cerpen mini: sekitar 300 kata, sasaran untuk anak usia TK-SD.
- cerbung
- puisi, gambar dan cerita pengalaman singkat yang menarik sekitar 7-10 kalimat saja (khusus menerima dari anak-anak usia TK-SD)
- Email Bobo: naskahbobo@gramedia-majalah.com

3. Koran Kedaulatan Rakyat
Gambar dari wikipedia

- cerpen sekitar 600 kata. Honor Rp100.000,-
- puisi, gambar dan cerita pengalaman singkat (khusus untuk anak-anak)
- lebih baik dikirim melalui pos atau diantar sendiri

4. Koran Berani
Gambar dari twicsy.com

- cerpen anak sekitar 750 kata, kirim ke redaksi@berani.co.id; Honor Rp200.000,-

5. Majalah Ummi (lembar permata)
Gambar dari keluargasemilir.blogspot.com

- cerpen anak, kru_ummi@yahoo.com, maksimal 5500 karakter, honor Rp150.000,-
CATATAN: Sayang sekali majalah Ummi sudah tidak terbit lagi (edit 22 Maret 2020)

6. Solo Pos
Gambar dari solopos.com

- cerpen anak sekitar 600-700 kata, kirim ke redaksi@solopos.co.id cc redaksi@harianjogja.com, honor Rp100.000,-

7. Majalah Kiddo
Gambar dari kiddomagz.wordpress.com

- cerpen 600-700 kata, kirim ke kiddo@megindo.co.id, honor Rp250.000,-

8. Radar Bojonegoro
- cerpen 600-700 kata, kirim ke kenalyan@yahoo.co.id, reward berupa bukti terbit dan kaus radar bojonegoro

9. Padang Express
- cerpen 600-700 kata, kirim ke lubis_padek@yahoo.com, honor Rp54.000,-

10. Lampung Post
- cerpen 600-700 kata, kirim ke redaksilampost@yahoo.com atau lampostminggu@yahoo.com, honor Rp150.000,-

11. Majalah Anak Cerdas
Gambar dari mugniar.com

- cerpen 600-700 kata, kirim ke potret.anakcerdas@gmail.com, honor Rp100.000,-

Semoga bermanfaat

Minggu, 31 Januari 2016

Berpura-pura Menjadi Sebuah Benda: Daster Lusuh

Tahun lalu saya ikut sebuah tantangan 30 hari menulis, dengan tema yang telah ditentukan tiap harinya. Wuih, nggak sukses deh...terpontal-pontal mengejarnya. Tapi ada beberapa juga tulisan yang jadi, dan ini salah satunya. Temanya berpura-pura menjadi sebuah benda dan menceritakan sesuatu dengan sudut pandang benda itu.

Gambar dari google


"DASTER LUSUH"

Hai, kenalkan, aku daster lusuh. Aku masih mengingat pertama aku diproduksi. Motifku bunga-bunga dan warnaku cerah ceria. Aku terbuat dari bahan yang adem. Dijahit dengan lengan pendek dengan panjang rok di bawah lutut. Saat dipajang di toko, banyak tangan yang mengelusku. Lalu suatu saat aku dilipat, dibungkus, lalu aku menikmati perjalanan pertamaku keluar dari dunia toko menuju ke sebuah rumah.

"Horeee...daster baru!" teriak perempuan muda menangkapku. "Terima kasih, Sayang!" perempuan muda itu mengecup lelaki muda yang memberinya daster.

Sejak saat itu, aku akrab membungkus tubuh mungil si perempuan. Ia sangat senang memakaiku sehingga aku sering sekali dipakai. Aku akan dipakai, lalu dilepas untuk direndam dalam sabun yang wangi. Setelah dikucek dan dibilas, aku direndam dalam larutan wangi. Dalam keadaan harum, aku akan dijemur di tiang jemuran di luar rumah. Senangnya berayun-ayun ditiup angin, dihangati matahari. Setelah kering, aku diseterika lalu biasanya tak sampai dilipat, aku sudah dipakai lagi.

Itulah sebabnya tak lama aku sudah menjadi lusuh. Warnaku memudar.

Suatu saat aku dikemas dan dijejalkan ke sebuah tas bersama pakaian yang lain. Mau kemana kita? Riuh kami bertanya-tanya. Sepertinya si perempuan muda mau camping dan ia membawaku serta.

Wew, aku akan melihat dunia luar. Eh, tapi pastinya aku hanya dipakai saat dia tidur. Mungkin tetap saja aku nggak akan jalan-jalan jauh. Tapi lumayanlah bisa lihat pemandangan lain selain rumah Mbak Syera, nama pemilikku itu.

Wuuh...ternyata ada ya, tempat yang udaranya sedingin ini. Mbak Syera pergi ke wilayah lereng gunung Merapi untuk camping. Ia menginap di rumah penduduk, bersama teman-temannya. Saat malam tiba, ia tetap setia memakaiku, tapi melapisiku dengan jaket tebal. Dan ia memakai celana leging agak panjang.

"Daster butut juga dibawa?" komentar teman Mbak Syera. Tapi Mbak Syera hanya tersenyum saja.

Wah, ada yang beda di sini! Suatu pagi, Mbak Syera membawaku menuruni jalan setapak. Ternyata dia membawaku untuk dicuci. Tapi nyucinya di sungai! Wuuh, aku baru pertama melihat sungai secara live! Dan merasakan dinginnya air pegunungan. Mak nyesss di tubuhku.

Wah, wah, wah...batu sungainya licin! Mbak Syera mau kepleset! Ups, awas jatuh Mbak...Alhamdulillah nggak jadi jatuh. Tapi...tapi...kok, Mbak Syera menjadi semakin jauh dari pandanganku? Astaga! Aku hanyuuuut. Masih sempat kulihat Mbak Syera kebingungan, tapi lalu hanya melambai-lambai mengiringi kepergianku.

Wauwww...rasanya luar biasa. Aku pernah melihat wisata arung jeram di televisi. Tak kusangka aku sekarang merasakannya! Aku hanyut meliuk-liuk melewati batu-batu kali. Aku terus mengikuti aliran air yang cukup deras, hingga kemudian aku tersangkut.

Aku tersangkut selama tiga hari. Suatu saat sepotong tongkat meraihku.

"Ngapain kamu ngambil gombal?" tanya seorang pemuda pada seorang temannya yang meraihku dengan tongkat.

"Baju ini bagus. Seperti daster istriku yang hanyut di sungai beberapa hari yang lalu."

"Terus, kamu mau bawakan gombal itu untuk istrimu?"

"Nggaklah. Istriku belum pernah mendaki Merapi."

"Terus, apa hubungannya dengan gombal itu?"

"Nanti kau akan tahu."

Aku dibawa mendaki gunung! Wah senang sekali. Pemandangan di sepanjang jalan sangat indah. Aku si daster lusuh, bisa juga menikmati keindahan alam Indonesia. Wuuh, tak setiap orang lho bisa sampai ke sini.

Di sebuah puncak, gerombolan anak muda itu mengibarkan bendera. Aku juga diikat di sebuah kayu, lalu ditancapkan di dekat sebuah tebing. Angin pegunungan membuatku melambai-lambai. Disinilah akhir perjalananku.

Dunia dalam pandanganku sangat indah. Aku telah menjadi saksi kehidupan sepasang suami istri muda yang penuh kasih. Tinggal di sebuah rumah yang rapi. Dan dunia luar juga memperlakukanku dengan baik. Aku sangat menikmati perjalananku, bahkan saat air sungai deras menerjangku. Dan di tempatku berada sekarang, aku menikmati setiap detiknya. Angin yang berhembus, udara dingin dan hangat, bintang dan bulan. Matahari yang bersinar. Dan kadang suara langkah kaki pendaki.



Kamis, 28 Januari 2016

Renungan tentang kematian, kehidupan dan surga

Saya baru saja takziah ke rumah sesama wali murid sekolah anak sulung saya. Anak laki-lakinya meninggal akibat kecelakaan. Saya datang dan larut dalam suasana kedukaan yang dirasakan sang ibu. Terutama karena setahun lalu kepala keluarga telah berpulang. Kini lelaki tertua dalam keluarga telah menyusul. Baru 16 tahun usia si jejaka yang pergi meninggalkan ibu dan saudara-saudaranya.

Kematian adalah misteri yang hanya Allah saja yang tahu, kapan ia akan datang menghampiri kita. Kematian tidak mendatangi hanya ketika kita telah beranjak tua. Hal ini sudah saya pahami ketika lebih dua belas tahun lalu anak sulung saya meninggal dalam usia 3,5 bulan. Bahkan ponakan saya hanya menghirup 12 jam udara luar, dan ponakan yang lain keluar dari rahim ibunya dalam keadaan tak bernyawa. Belum lagi ruh-ruh yang belum sempat ditiupkan, namun gumpalan daging merah telah gugur sebelum kokoh menempel pada langit rahim.

Sebaliknya tak sedikit kabar tentang orang paling tertua di dunia, dan nenek atau kakek teman kita, yang usianya telah lebih dari hitungan abad. Mengapa Allah mencabut dengan cepat sebagian ummat, dan membiarkan sebagian lain berlama-lama di dunia, hanya Dia yang mengetahui alasannya.

Ketika kesadaran bahwa kematian itu tak mengetuk pintu lebih dahulu, ia bisa tiba-tiba datang, bahkan saat saya sedang mengetik sekarang ini; bagaimana respons kita mengenai hal itu? Ibadah yang semakin ditingkatkan? Zikir yang semakin dikencangkan? Sedekah yang semakin dirutinkan? Sayangnya masih banyak yang biasa-biasa saja. Business as usual. Nothing's change. Nggak ngefek.

Sebuah broadcast di whatsapp pagi tadi membuat saya merenung. Isinya tentang sebuah keluarga yang memutuskan untuk membentuk keluarga islami yang Masya Allah, patut menjadi contoh kita semua. Keluarga tersebut punya 7 anak yang kesemuanya dididik untuk menjadi hafidz/ah. Sebagai contoh, anak ketujuh hafalannya sekarang 5 juz di usia 5 tahun. Semua pendidikan itu dilakukan sendiri di rumah (homeschooling). Selain hal ini, mereka keluarga konvensional yang tidak memakai hp. Setiap harinya mereka hanya satu kali makan, bukan karena nggak ada, tapi sudah menjadi amal. Ada lima hal yang selalu dipegang oleh keluarga ini, yaitu:

1. Tauhid, keyakinan mutlak pada Allah, tidak takut kekurangan rizki dan fasilitas hidup, meluruskan niat menghafal Al-Qur'an hanya karena Allah semata.

2. Menjauhi pola hidup dan gaya hidup mubazir

3. Menjaga kehalalan dan kethayyiban

4. Bebas dari hutang dan riba

5. Mulai dari diri yakin Islam dan rendah hati tuk kembali ke jalan Islam dengan dalil ilmu

(rangkuman obrolan grup Jogja Islamic Home Education - dishare oleh Deassy M Destiani di grup WA IIDN Jogja).

Saya mencoba membandingkan dengan diri saya sendiri. Sangat jauh dibanding keluarga tersebut. Bahkan merasa tertampar dengan kenyataan anak-anak saya belajar membaca Al-Qur'an dari tangan orang lain. Benar, saya kadang-kadang mengajari anak saya membaca hijaiyah, tapi tanpa niat untuk menjadikannya rutinitas. Ah, nanti kan diajari gurunya di sekolah. Ya, Allah, ampuni saya ...

Belum lagi gaya hidup? Hidup tanpa hp di era sosmed? Ow tak mungkin. Makan satu kali? Bukankah aturan kesehatan kita harus makan tiga kali sehari? Dan dua kali kudapan ... (siapa gerangan yang menyusun aturan makan sedemikian rupa?), wahai betapa sangat berlebih-lebihan kita. Belum lagi kalau jalan-jalan ada tempat makan baru pasti mau dicoba. Perut sudah kenyang, kalau mata masih lapar dan mulut masih pengen ngunyah, semua dijabanin aja. Bagaimana dengan baju? Coba kalau setiap hari ganti baju, kira-kira baju kita di lemari habis dalam waktu berapa hari? 7 hari? Sebulan? Atau bahkan setahun? Dan kalau ada setelan cantik di mall terdekat rasanya sayang kalau tidak meraihnya dan membayar harganya di meja kasir. Kalau yang lebih kaya lagi, berapa mobilnya? Satu anak punya satu mobil? Berapa rumahnya? Ada satu rumah di setiap kota besar di Indonesia? Belum yang di luar negeri? Duhai, kita memang sangat berlebih-lebihan, dan terlalu suka bersenang-senang.

Padahal, untuk apa kita hidup? Untuk kemudian mati. Dan dihisab. Kenapa kita dulu bisa sampai ke bumi? Karena Adam diusir dari surga, dosanya karena tidak mematuhi perintah Allah-lah yang menyebabkan ia diturunkan ke bumi. Kita di bumi untuk menebus dosa, dan kelak dilihat siapa yang pantas kembali ke surga. Mereka yang mematuhi perintah Allah, atau mereka yang tergoda bujuk rayu setan?

Kalau ada keluarga yang memutuskan untuk berjuang di jalan Allah, dan kiranya Allah ridha memasukkan mereka di surga kelak sebagai imbalan semua jerih payahnya di dunia, bagaimana dengan kita? Yang khusyuk nonton pertandingan bola 90 menit tanpa jeda, asyik nonton serial di televisi 60 menit sampai bengong, yang nonton bioskop dua jam penuh keterpukauan, yang merasa harus menyelesaikan novel 300 halaman dengan sekali baca, yang suka selancar di sosmed berjam-jam, ... tapi sholat lima menit pikirannya bercabang dan beranting, baca Al Qur'an satu lembar sudah lelah. Pantaskah kita memasuki surga-Nya?

Ya, Allah, mungkin hamba tak pantas masuk ke surga-Mu, namun hamba tak kuat menahan panasnya api neraka. Maka tariklah hamba, ya Allah. Panggil hamba, ya Allah. Ingatkan hamba jika lalai, ya Allah. Jadikan hamba ummatMu yang setia. Yang cinta Qur'an, yang ahli sholat, yang gemar puasa, yang lancar berzakat dan sedekah. Jadikan kami semua hamba-Mu, yang tak takut menghadapi kematian, karena yakin sudah mempersiapkan bekal.

Selasa, 26 Januari 2016

Mencoba Meraih Keajaiban Lewat Tujuh Macam Shalat


Judul Buku     : 7 Shalat yang menciptakan Keajaiban
Penulis           : Adiba A Soebachman
Penerbit         : Syura Media Utama
Tahun terbit   : 2013

Baru di halaman pengantar saja, buku karya Adiba A Soebachman ini telah mampu menikam saya tepat di jantung. Ada sebuah kalimat yang berbunyi: Hanya manusia yang super duper sombong yang berani menyepelekan shalat. Astaghfirullahal adziim.... Tak bermaksud menyepelekan, namun terkadang memang masih ada shalat yang saya lewatkan karena berbagai alasan. Tikaman di jantung ini membuat saya semakin penasaran dan melanjutkan membaca isi bukunya.

Buku ini memaparkan manfaat/keajaiban dari tujuh macam shalat, yang dapat kita raih bila kita istiqomah dalam menjalankannya. Ke tujuh shalat itu adalah:

1. Shalat Subuh

Shalat subuh merupakan satu-satunya shalat wajib yang dikupas dalam buku ini. Mengapa? Apakah artinya shalat subuh lebih utama dari ke empat shalat lainnya? Bukan begitu maksudnya. Semua shalat wajib yang kita laksanakan lima kali dalam sehari, memiliki keutamaannya masing-masing. Tak ada yang lebih tinggi dari yang lain.
Shalat subuh istimewa, karena ia merupakan shalat fardhu pembuka hari. Dikerjakan "hanya" dua rakaat saja, namun pada waktu yang sungguh-sungguh utama, yaitu dikerjakan di antara waktu sepertiga malam terakhir dan waktu fajar. Waktu di mana terjadi pergantian "piket" malaikat yang menjaga manusia. Malaikat yang telah bertugas menyertai manusia dari malam hingga fajar menjelang, akan melapor kepada Allah dengan satu catatan manis, bahwa hambaNya yang bernama si Fulan, saat ditinggalkan malaikat sedang pas menegakkan shalat subuh.
Bagaimana bila saat itu kita masih enak-enakan merajut mimpi? Aduhai, malunya pada Allah jika laporan dari malaikat berbunyi: Si fulanah lagi enak-enak ngorok waktu saya tinggalkan *tears*
Tidur adalah alasan terbesar orang meninggalkan shalat subuh. Itu artinya setan yang menang. Dia meninabobokan kita dengan ranjang empuk, mimpi yang melenakan, dan semua hal yang membelenggu tubuh kita sehingga tetap mlungker nggak peduli panggilan adzan. Duh...

Lalu manfaat atau keajaiban apa yang bisa kita raih melalui shalat subuh? Banyak. Buanyak. Buanyuaaak. Semua dijelaskan secara terperinci di buku ini. Beli dong, masak harus saya jelaskan semua? Hehhe.

2. Shalat Dhuha

Shalat dhuha dikenal sebagai shalat yang dapat mendatangkan kelimpahan rezeki, karena sabda Rasulullah SAW berikut:

"Pada tiap-tiap pagi lazimkanlah atas tiap-tiap ruas anggota tubuhmu agar kamu bersedekah: tiap-tiap tahlil satu sedekah, tiap-tiap takbir satu sedekah, menyuruh berbuat baik satu sedekah, dan cukuplah (sebagai ganti) yang demikian itu dengan mengerjakan dua rakaat shalat dhuha" (H.R. Al Bukhari dan Muslim).

Shalat dhuha dikerjakan pada waktu dhuha, yaitu ketika matahari mulai naik sepenggalah, yaitu kurang lebih tujuh hasta sejak terbitnya. Sekitar pukul tujuh pagi hingga menjelang waktu dhuhur. Jumlah rakaatnya terserah kita, antara dua rakaat hingga dua belas rakaat. Dikerjakan per dua rakaat satu salam.

Selain sebagai shalat pembuka pintu rezeki, shalat dhuha juga dapat menghapuskan dosa:

"Barang siapa yang menjaga sembahyang dhuhanya niscaya diampuni Allah baginya akan segala dosanya walaupun seperti buih di lautan" (H.R. Ibnu Majah dan At Tarmidzi).

3. Shalat Tahajud

Shalat tahajud adalah shalat sunnah yang dilakukan pada malam hari setelah tidur terlebih dahulu. Waktunya cukup panjang, yaitu selepas isya hingga waktu subuh/terbitnya. Lebih afdhal dilakukan di sepertiga malam yang terakhir yaitu kira-kira pukul 01.00 sampai jelang waktu subuh.

Shalat tahajud dikerjakan secara munfarid atau tidak berjamaah. Jumlah rakaatnya minimal 2 rakaat dan maksimal tidak terhingga hingga hampir masuk waktu subuh.

Sabda Nabi Muhammad tentang kemuliaan yang didapatkan orang yang rutin melaksanakan tahajud:

"Barang siapa mengerjakan sholat tahajud dengan sebaik-baiknya, dan dengan tata tertib yang rapi, maka Allah SWT akan memberikan 9 macam kemuliaan, yaitu lima macam di dunia dan empat macam di akhirat."

Lima keutamaan di dunia adalah:
1. Akan dipelihara oleh Allah SWT dari segala macam bencana
2. Tanda ketaatannya akan tampak kelihatan di mukanya
3. Akan dicintai para hamba Allah yang shaleh dan dicintai oleh semua manusia
4. Lidahnya akan mampu mengucapkan kata-kata yang mengandung hikmah
5. Akan dijadikan orang bijaksana, yakni diberi pemahaman dalam agama

Empat keutamaan di akhirat adalah:
1. Wajahnya berseri ketika bangkit dari kubur di Hari Pembalasan nanti
2. Akan mendapat keringanan ketika dihisab
3. Ketika menyeberangi jembatan shiratal mustaqim bisa melakukannya dengan sangat cepat
4. Catatan amalnya diberikan dengan tangan kanan

4. Sholat Hajat

Sholat hajat adalah sholat sunnah yang dilakukan untuk memohon hajat, yakni hal tertentu yang kita inginkan. Atau bisa juga saat kita sedang berada dalam suatu masalah pelik, kita lakukan sholat hajat untuk memohon pertolongan Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa yang mempunyai hajat kepada Allah SWT atau kepada seorang manusia, maka hendaklah ia berwudu dengan sebaik-baiknya, kemudian dia melakukan sholat dua rakaat." (HR. At Tirmizi)

Sholat hajat dapat dikerjakan sendirian ataupun berjamaah. Bisa dikerjakan waktu siang ataupun malam hari. Namun akan lebih afdhol jika dilakukan sendirian saat sunyi usai tengah malam.Karena dalam suasana yang hening kita akan lebih khusyuk mengerjakan sholat. Sholat hajat dikerjakan paling sedikit dua rakaat dan paling banyak 12 rakaat.

Keistimewaan sholat ini, pada sujud yang terakhir perlu memuji-muji Allah dan kemudian menyertainya dengan niat hajat yang hendak dicapai. Sesudah melaksanakan sholat hajat, perlu berdoa sekali lagi agar permintaan mudah dikabulkan.

5. Sholat Istikharah

Istikharah artinya 'meminta pilihan'. Jadi, sholat istikharah adalah sholat untuk meminta pilihan kepada Allah. Kita memohon ditunjukkan pilihan yang terbaik bagi kita sebab kita masih bingung menetapkan pilihan secara logika manusia. Sholat ini akan menjauhkan kita dari sikap keragu-raguan dalam memilih.

Sholat istikharah dikerjakan dua rakaat dan dapat dilaksanakan kapanpun bila sedang menghadapi masalah. Tentunya lebih afdhol bila kita laksanakan pada saat tengah malam sehingga lebih khusyuk.

6. Sholat Tarawih

Sholat tarawih adalah sholat sunnah yang dilakukan khusus hanya pada bulan Ramadhan. Waktu pelaksanaannya setelah sholat Isya, dapat dikerjakan secara munfarid (sendirian), maupun berjamaah. Sholat tarawih dapat dikerjakan sebanyak 11 rakaat (8 rakaat sholat tarawih, dan 3 rakaat witir); dan dapat juga dilakukan sebanyak 23 rakaat (20 + 3 witir).

Dalam buku ini, manfaat sholat tarawih dijelaskan satu persatu setiap malamnya. Betapa banyaknya manfaat sholat tarawih, seperti misalnya pada malam pertama, akan dihapus dosa kita dan menjadi suci sebagaimana awal kita dilahirkan. Malam ke-15, para malaikat bershalawat kepada kita dan menjaga di Arsy. Malam ke-25, Allah SWT akan mengangkat kita dari siksa kubur. Dan masih banyak manfaat lainnya yang sayang untuk diabaikan dengan meninggalkan sholat tarawih.

7. Sholat Witir

Sholat witir disunnahkan untuk dikerjakan setiap malam. Ia termasuk qiyamul lail (sholat malam), sebagai penutup semua rangkaian sholat kita dalam sehari semalam.

Sholat witir adalah sholat yang paling sering disepelekan oleh umat Islam. Padahal sesungguhnya sholat ini amat penting.

"Sesungguhnya Allah adalah witir (ganjil) dan mencintai witir." (HR. Abu Daud).

"Jadikanlah witir akhir sholat kalian di waktu malam." (HR. Bukhari)

Waktu pengerjaan sholat witir adalah dimulai setelah sholat Isya' sampai dengan sesaat sebelum sholat subuh. Dikerjakan minimum satu rakaat dan maksimum 11 rakaat. Bilangan rakaatnya adalah 1 rakaat, 3,5,7,9, dan 11. Kalau sholat witirnya banyak, boleh dikerjaan 2 rakaat satu salam, kemudian yang terakhir satu rakaat dengan satu salam. Jumlah 11 rakaat sudah cukup dan itu yang biasa Rasulullah kerjakan, sebagaimana dinyatakan oleh Aisyah ra:

"Tidaklah Rasulullah SAW mengerjakan sholat malam (witir) melebihi dari 11 rakaat.

Keistimewaan sholat witir, adalah kita yang melakukannya benar-benar menjadi ummat Nabi Muhammad, karena Rasulullah pernah mengatakan bahwa barang siapa yang tidak mau melakukan sholat sunnah witir, maka ia bukan termasuk golongan beliau.

PENUTUP

Semua sholat di atas, masing-masing memiliki keistimewaan yang berbeda-beda. Yang membedakannya adalah bagaimana kita melaksanakannya dengan sungguh-sungguh secara rutin (istiqomah).
Membaca buku ini, kita akan melihat kembali ibadah sholat yang telah kita jalani selama ini. Dan bisa melihat, mengkoreksi, mana yang harus kita perbaiki. InsyaAllah buku ini dapat meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT.




Sabtu, 23 Januari 2016

Berkunjung ke Kebun Teh Wonosari, Lawang, Malang

Selamat datang di kebun teh Wonosari, Lawang, Malang....

Gambar 1. Pemilik Kebun Teh (ngareep)

Baiklah, ini sebuah cerita lama yang baru diaplot di blog. Januari 2014 berarti dua tahun lalu, kami sekeluarga main ke kebun teh Wonosari. Kebun teh ini terletak enam kilometer dari Lawang, atau 30 km ke utara kota Malang. Luas areanya 1.144 hektar, tapi kita tidak perlu takut capek mengitarinya, karena ada kereta yang dapat kita tumpangi untuk berkeliling kebun teh.


Gambar 2. Naik Kereta Yuuuk...

Selain udara segar, dan panorama hijau nan indah yang dapat kita lihat, di tempat wisata ini juga menyediakan fasilitas wisata seperti berkuda, flying fox, wall climb, dan berbagai permainan anak-anak. Kalau lapar, juga tersedia tempat makan. Dan bila ingin membeli oleh-oleh, ada koperasi yang menjual teh kemasan hasil kebun.

Gambar 3. Emir, senang naik kuda sama Mas Hilmy

Gambar 4. Senyum Emir yang Khas

Gambar 5. Amel dan Emir naik kereta 

Senang sekali menghabiskan waktu bersama anak-anak di kebun teh Wonosari. Nah, kalau tertarik kemari, caranya mudah saja. Dari kota Malang, bisa naik kendaraan umum berupa bus antarkota menuju Surabaya. Turun di terminal Lawang. Dari terminal Lawang, ada kendaraan langsung menuju Wonosari. Kalau berombongan, bisa juga carter mobil di terminal Lawang.

Gambar 6. Aku dan krucils

Nah, selamat berkunjung ya....

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES