Tampilkan postingan dengan label camilan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label camilan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Juli 2021

Camilan Sore

Hai, kali ini aku mau cerita tentang camilan sore hariku. Kalau dibilang wanita itu suka ngemil, aku setuju saja. Kalau pas mood, memang rasanya mulut ini selalu ingin mengunyah. Tapi kalau pas lagi nggak ada apa-apa di rumah ya santai aja tuh, nggak nyari-nyari (ya iyalah, masak terus mau nyemilin kursi di rumah). Sore ini sehabis pulang dari setor minyak jelantah di sesebank sampah, aku mampir di alfamidi ngambil duit, terus sekaligus nyempetin beli camilan yang langsung aku makan setiba di rumah. Aku beli kacang sangrai atau roasted peanut yang ada keterangannya panggang pasir. Mereknya ini merek internal Alfamidi. Aku juga beli susu ultra kemasan 200 ml yang rasa taro.
Kacang sangrai
Ultra milk rasa taro

Nah, kacang sangrainya itu rasanya hambar. Kalau di ingredients, memang komposisinya hanya kacang dan garam doang, tapi berasa nggak ada garamnya sama sekali. Ya, jadinya murni rasa kacang gitu, yang rada-rada gurih dikit. Tapi bagus juga sih jadi nggak nyebabin darah tinggi karena gak asin, kan. Tertulis juga kudapan ini free kolesterol. Makan kacang ini bikin aku ingat papaku di Malang. Beliau seneng banget kacang kayak gini. Belinya biasanya di pasar, beli kiloan gitu. 

Oiya buat kamu yang suka makanan yang tasty, ya kacang ini nggak saya rekomendasiin banget. Tapi buat kamu yang mau sehat, kacang ini bagus banget dimakan sebagai camilan kalau mulut lagi pengen ngunyah, tapi nggak pengen gemuk. Begitu.

Kalau susu ultranya rasanya manis gurih gitu, enak sudah kuminum sampai habis. Belum ada lawan sih susu ultra buat aku juaranya emang, hehe. Ini bukan endors, lho.**

Senin, 30 November 2020

Yuk, Bikin Odading

 Sudah beberapa bulan, Emir anak kedua saya berceloteh tentang Odading Mang Oleh. Awalnya, saya tidak terlalu menanggapi.

"Odading Mang Oleh, rasanya seperti menjadi IRONMAN!" teriak Emir ditimpali adiknya. 

Karena bising mereka teriak melulu, akhirnya saya browsing arti odading itu apa. Owalah, ternyata roti goreng alias bolang-baling alias galundeng. Odading ini bahasa sundanya gitu. Kalau itu sih gampang bikinnya, batin saya. Tapi cuma dibatin doang dan nggak dipraktikin, wkwkwk.

Hingga suatu saat, suami pulang bawa sekantung ... odading! Rupanya sekarang sudah ada yang jual di depan Indomaret. Satu gerobak dengan tahu crispy dan cireng. Hebohlah si Emir makan itu roti goreng. Dan saya menjanjikan untuk membuatkannya suatu saat nanti. Hihihi, maklumilah, Mir ... mamamu bikin camilan kalau lagi mood doang.

Dan, hari Minggu kemarin 29 November 2020, akhirnya datanglah mood itu. Saya berhasil membuat odading satu resep (tepung 250 gram), pakai resep dari cookpad, saya modif dengan topping wijen dan sedikit gula pasir. Ini dia penampakannya.


Ini Odading bikinan saya, lho.

Kalau dibanding dengan odading yang biasa dibelikan suami, odading bikinan saya ini lebih terasa manisnya. 

Biasa, kalau habis praktik, pasti pengen dengerin komentar netijen, dooong. Saya tanyalah si Emir.

"Mir, odading bikinan mama, sama odading yang biasa dijual orang, enakan mana?"

"Enakan yang dijual orang!" jawab Emir cepat, sambil makan odading bikinan saya, potongan yang kelima.

Kumenangiiiiiis ...

Hmmm, yah biarin deh, lebih enakan yang dijual. Toh, sepiring odading itu akhirnya habis juga. Apa gara-gara nggak ada camilan yang lain, ya? Hihihi, entahlah.

Tapi, buibu yang mungkin sering mengalami nasib yang sama dengan saya (atau cuma saya aja yang kekgini?), nggak usah mutung ya gerakan bikin camilannya. Selama bikinan kita selalu habis, jangan segan untuk selalu bikin camilan buat keluarga. Di mana-mana mah, bikinan sendiri selalu always lebih higienis dan sehat. Iya, nggak? Iya, dong! Yuk, bikin odading!**


COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES